Asset 3 (3)

YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM

UMMUL AYMAN

SAMALANGA-BIREUN-ACEH

Berita Terpopuler

_YUA0360

Wisuda di Dayah Ummul Ayman Samalanga: 273 Santri Berbahagia Menyelesaikan Perjalanan Pendidikan

DSC09409

Pengumuman Kelulusan Santri Baru Tahun Ajaran 2024-2025

IMG-20240201-WA0073

10 Tahun Jadi Sarjana : STIS Ummul Ayman Wisudakan 130 Mahasiswa/i

IMG-20240125-WA0044

Berkilau di Bawah Cahaya Ilmu: Yudisium angkatan ke-3 STIS Ummul Ayman Mengabadikan Prestasi 130 Lulusan.

_YUA6753

Kapolres Bireuen Sosialisasikan Bahaya Kenakalan Remaja dan Narkoba di Dayah Ummul Ayman Samalanga

DSC00579

Seminar Nasional di YPI Ummul Ayman, Angkat Tema ‘Runtuhnya Khilafah Usmani dan Munculnya Negara Bangsa,’

Santri dan dewan guru membaca Dalail al-Khairat malam Jumat

Ummul Ayman Gelar Dalail Khairat Akbar Serentak

Ummul Ayman gelar Dalail Khairat Akbar serentak seluruh kabilah dalam dayah dalam rangka perpisahan santri kelas 6 pada kamis malam (25/4) di Musalla Ar-Rahmah. Pembacaaan Dalail Khairat karangan syekh Muhammad bin Sulaiman Al-Jazuli diikuti oleh semua masyarakat Dayah dari santri dan dewan guru dipimpin oleh Masyaikh Dalail; Tgk. Muhammad Yusuf Aree, Tgk. Saifullah Adan, Tgk. Marzuki Pangwa, Tgk. Subhan, Tgk. Sayed Muhammad Nur, Tgk. Suhil, Tgk. Ikhsan dan Tgk. Munziruddin.

Acara dimulai dengan sebuah kisah yang disampaikan Tgk. Yusuf Aree tentang bagaimana Muhammad bin Sulaiman Al-Jazuli bisa berinisiatif mengumpulkan dalil-dalil bahwa bersalawat kepada Nabi Muhammad Saw. memiliki manfaat yang maha dasyat. Beliau merupakan salah satu sufi penganut tarekat syadziliyah yang terkenal akan karamah dan karyanya tersebut, berasal dari sebuah negara di ujung afrika utara sana, Maroko.

Tgk. Aree mulai berkisah bahwa suatu hari, Muhammad Al-Jazuli ingin menunaikan salat Ashar. Beliau mendapati sebuah sumur dengan air yang sangat dalam. Tak ada timba untuk mengambil air di dalamnya. Namun tiba-tiba seorang anak perempuan kecil berlalu di depan beliau. Anak itu serta merta bertanya siapa beliau dan kenapa berdiri di pinggiran sumur. Beliau memperkenalkan diri dan menjelaskan bahwa beliau ingin menimba air di dalam sumur untuk berwudhu tapi tak ada timba.

Anak itu kemudian meludah ke dalam sumur. Spontan Muhammad Al-Jazuli terkejut karena tiba-tiba air di dalam sumur itu naik ke atas. Muhammad Al-Jazuli segera berwudhu dan kemudian bertanya kepada anak di sampingnya, “Aku angkat tangan kepadamu. Dengan amal apakah engkau meraih kedudukan tertinggi ini?”

Anak itu menjawab lugas, “Tak ada satu pun amalan spesial yang aku amalkan kecuali aku bersalawat pada Rasulullah Saw.” Mendengar jawaban itu, Syekh Muhammad bin Sulaiman Al-Jazuli bersumpah untuk menyusun sebuah kitab yang membahas tentang salawat untuk Nabi Muhammad Saw. Maka lahirlah kitab Dalail Khairat. Kitab ini sangat tersohor dan banyak dibaca oleh umat Islam. Isinya bermacam salawat dalam berbagai versi. Kitab ini pun amat masyhur di Indonesia dan sudah memberkahi pengamalnya selama ratusan tahun. Kisah ini menyadarkan kita betapa salawat kepada Rasulullah benar-benar memiliki faidah yang besar, bahkan pengamalnya diberi karamah oleh Allah.

Santri membaca Dalail Khairat bersama malam Jumat

Setelah kisah selesai diceritakan, barulah ribuan santri Ummul Ayman melantunkan salawat dengan suara lantang menggema di musalla Ar-Rahmah. Para jamaah bersalawat dengan semangat hingga memakan waktu kurang lebih satu setengah jam. Acara pun berlanjut dengan ungkapan perpisahan dari perwakilan kelas 6 di masing-masing kabilah dan berakhir dengan makan-makan bersama. (FMA)

Kisah Inspiratif

Berita Terkini

.