Warning: "continue" targeting switch is equivalent to "break". Did you mean to use "continue 2"? in /home/milikkit/ummulayman.or.id/wp-content/plugins/revslider/includes/operations.class.php on line 2858

Warning: "continue" targeting switch is equivalent to "break". Did you mean to use "continue 2"? in /home/milikkit/ummulayman.or.id/wp-content/plugins/revslider/includes/operations.class.php on line 2862

Warning: "continue" targeting switch is equivalent to "break". Did you mean to use "continue 2"? in /home/milikkit/ummulayman.or.id/wp-content/plugins/revslider/includes/output.class.php on line 3708

Warning: Creating default object from empty value in /home/milikkit/ummulayman.or.id/wp-content/themes/goodnews/framework/options/redux/ReduxCore/inc/class.redux_filesystem.php on line 29
Kepala BDP Aceh Kembali Kunjungi Dayah Mahasiswa, ini Pesan Beliau Untuk Santri - YPI Ummul Ayman
Asset 3 (3)

YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM

UMMUL AYMAN

SAMALANGA-BIREUN-ACEH

Berita Terpopuler

Penyesalan Tak Lagi Bermakna

Ustaz Misterius

Jubah Berdarah

IMG_4090

Pengumuman Kelulusan Santri Baru Tahun Ajaran 2025/2026

JAG00022

Haflah Khatham Al-Qur’an Bersama Ayahanda Waled

WhatsApp Image 2025-01-07 at 17.01.46

Pembangunan Jalan Hotmix di Dayah Ummul Ayman, Bukti Komitmen Bupati Mukhlis terhadap Pendidikan Islam

Kepala BDP Aceh Kembali Kunjungi Dayah Mahasiswa, ini Pesan Beliau Untuk Santri

Kepala Balai Diklat Pertanian (BDP) Aceh drh. Ahdar, MP berkunjung ke ke Dayah Mahasiswa Ummul Ayman III Pidie Jaya kemarin, Senin (13/3).
Tujuan dari kedatangan kepala BDP Aceh ini adalah ingin melihat langsung sejumlah komoditas tamanan unggulan yang selama ini ditanam oleh santri dayah setempat.

Dalam kunjungan kali ini, pihaknya kembali menyerahkan bantuan berupa bibit Pala, Alpukat, Jengkol, dan sejumlah jenis bibit tanaman lainnya sebagai bentuk kerja sama antara kedua belah pihak.

Selain itu, bapak Ahdar juga sedikit banyak berpesan kepada santri yang juga mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Ummul Ayman yang terletak di Dayah tersebut. Di antaranya seperti yang dikatakan Tgk Zaharullah MA, salah seorang guru setempat, bahwa sebagai santri jangan pernah merasa malu dan malas dalam mengelola tanaman terutama yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan dalam dunia pesantren itu sendiri sektor pertanian hampir tak bisa dipisahkan. Sejak dulu sampai sekarang tak sedikit teungku-teungku Dayah yang juga merangkap profesi sebagai petani atau tukang kebun. Tak sedikit pula dari mereka yang mampu hidup berdikari dengan dunia pertanian.

Bantuan bibit tanaman jenis pala dari BDP Aceh, Saree.

Sementara itu, pimpinan Dayah Mahasiswa Tgk Muhammad Al-Musthafa S Sos yang menyambut baik tamu dari UPTD-BDP Aceh yang datang dari Saree, Aceh besar itu mengatakan, Dayah Mahasiswa yang dipimpinnya sejauh ini kian mendorong peserta didiknya untuk mampu bergelut di bidang pertanian. Menurutnya, selain memiliki visi-misi menciptakan kader-kader intelektual Islam yang berkualitas lewat program belajar mengajar kitab kuning dan kuliah, pihaknya juga kian menggalakkan santrinya untuk memahami dunia pertanian dengan terus mensosialisasikan betapa bercocok tanam juga memegang peran penting untuk kemajuan ekonomi masyarakat sebuah negara.

“Bukankah sejarah telah mencatat adanya upaya tanam paksa di masa kolonial Belanda dulu? Lantas, dari sini kenapa tidak kita jadikan sebagai sebuah tolak ukur betapa pertanian merupakan bagian penting dari ketahanan sebuah negara. Amerika selain sebagai negara yang terkenal dengan alat militernya yang canggih juga merupakan sebuah negara pengekspor keledai terbesar di dunia.” Ujar Tgk yang akrab dengan sapaan Tgk Adek itu.

Menurutnya juga, sebagai umat Islam kita tentu diajarkan untuk beramal. Terus bertindak untuk melakukan sesuatu yang mampu membawa umatnya menuju kesejahteraan dunia dan akhirat (falah). Karena Islam bukanlah agama dengan ide belaka, tapi lebih kepada realisasi dalam bentuk nyata.

“Pokok jih paleng hana, bek sampe singoh na geukubah tanoh sipaleut le ureung syik, hana ditu’oh peulaku sapeu, akhe jih jeut keu kubang keubeu (intinya, setidaknya jangan sampai nanti ada tanah ditinggal orang tuanya secupa, tidak tahu mau diapakan, akhirnya jadi kubangan kerbau)”, tutupnya. (MY)

Kisah Inspiratif

Berita Terkini

.