Foto: Perwakilan Kementrian Agama RI, Anis Masykur, MA Memukul Beduk Pada Peresmian STIS Dayah Mahasiswa Ummul Ayman III Pidie Jaya. (Senin, 21/9)
*********************************************
Kasi Diktis Dirjen Pendidikan Islam Kementrian Agama RI, Anis Masykur, MA meresmikan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) di Dayah Mahasiswa Ummul Ayman III Meurah Dua, Pidie Jaya. (Senin, 21/9)
Setelah lebih dari dua tahun digagas, Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Ummul Ayman kini telah memiliki satu unit perguruan tinggi Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) yang bertempat di komplek Dayah Mahasiswa Ummul Ayman III, desa Meunasah Bie, Meurah Dua, Pidie Jaya.
Kehadiran STIS itu merupakan jenjang lanjutan dari pendidikan dayah salafiyah Ummul Ayman Samalanga yang sudah berdiri sejak 25 tahun silam.
Setiap tahunnya, Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Ummul Ayman Samalanga melepaskan tidak kurang dari seratusan santri yang mayoritas ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi baik dalam maupun luar negeri. Atas dasar inilah Dayah Mahasiswa dan STIS digagas dan (STIS) baru saja diresmikan siang tadi setelah pada akhir 2014 lalu mendapat Surat Keputusan (SK) dari pihak terkait.
Bupati Pidie Jaya, Ayyub Abbas sangat mengapresiasi atas kehadiran STIS yang merupakan satu-satunya perguruan tinggi bidang Syariah yang ada di daerahnya itu.
Apresiasi lainnya juga muncul dari Kepala Badan Dayah Aceh, Dr. Bustami Usman, SH yang menilai dayah adalah solusi tepat untuk menyelamatkan generasi. Dan dalam hal ini, pemerintah Aceh terus mendukung eksistensi dan keberadaan dayah di Aceh. “Sekarang dayah telah menjadi pilihan utama masyarakat Aceh untuk pendidikan anak-anaknya, justru dayah hari ini harus membatasi santri-santri baru setiap tahunnya”, jelasnya.
Peresmian dilakukan oleh Kasi Diktis Dirjen Pendidikan Islam Kementrian Agama RI, Anis Masykur, MA yang ditandai dengan memukul beduk. Sebelumnya, Anis Masykur dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada STIS, serta berharap mampu melahirkan sarjana-sarjana yang syar’i sebagai pembela kebenaran bagi tegaknya Syariat Islam khususnya di Aceh yang tentunya sangat relevan. Untuk mahasiswa, Anis juga berharap agar dasar belajar harus dengan niat yang tulus ikhlas untuk ilmu syariat Allah SWT semata, bukan didasari harapan pekerjaan atau proyeksi apapun.
Ketua STIS Ummul Ayman III, Tgk. H. Muhammad Zuhdi, Lc, MA juga menyampaikan ribuan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut andil atas lahirnya perguruan tinggi ini. Menurutnya, untuk tahun pertama ini, STIS hanya menyajikan dua prodi, Ahwal Syakhsiyah (Hukum Keluarga) dan Ekonomi Syariah, dengan jumlah mahasiswa sebanyak 106 orang, terdiri dari 30 perempuan, dan 76 lainnya laki-laki.
Sementara itu, Tgk. Muhammad Al-Mustafa, selaku pimpinan Dayah Mahasiswa Ummul Ayman III, menyatakan, tidak semua santri atau mahasiswa bisa ditampung disini. Sebagai tahun perdana, hanya 35 mahasiswa yang bisa ditampung, selebihnya terpaksa masih harus ditampung dulu di Ummul Ayman (center) Samalanga, hal itu karena keterbatasan fasilitas yang belum memadai.
Pembina YPI Ummul Ayman, Tgk. H. Nuruzzahri Yahya atau yang akrab disapa Waled Nu, di akhir acara juga menegaskan keseriusannya, beliau sangat mengharapkan komitmen dari mahasiswa dalam belajar, baik dalam ranah dayah atau perguruan tinggi. Pemukulan beduk pertanda STIS sudah resmi beroperasi.
“Meunye kageupeh tambo, nyoe ka bit-bit, hana cilet-cilet le, maka geutanyoe pih bek bre-bre le”, pungkasnya dengan nada penuh semangat diiringi tepuk tangan hadirin.
Acara diakhiri dengan pembacaan doa oleh Syaikh Mu’az Muhammad dari dayah Darul Ihsan Krueng Kale.
Turut hadir dalam acara itu wakil ketua DPRA Drs. Sulaiman Abda, Msi, rektor STAIN Malikussaleh Dr. H. Hafifuddin, M.Ag bersama Syaikh Bahauddin Abdurrahman, Warek IAI Al-Aziziyah Tgk. Marzuki Abdullah, M.Pd, Akademisi Unimus, Unsyiah dan UIN Ar-Raniry, sejumlah unsur Muspida setempat serta sejumlah undangan lainnya. (MY)


