Foto: Sederetan santri Ummul Ayman bersalaman saat menyambut kedatangan bupati Pidie di komplek dayah setempat. (Kamis, 28 Mei 2015)
*********************************************
Untuk kedua kalinya, bupati Pidie Tgk. Sarjani Abdullah kamis kemarin kembali melakukan kunjungan ke Dayah Salafiyah Ummul Ayman Samalanga. (28/05)
Kedatangan orang nomor satu di Pidie itu disambut langsung serta hangat oleh pimpinan Yayasan Pendidikan Islam (YPI) dayah salafiyah Ummul Ayman Samalanga, Tgk. H. Nuruzzahri yahya, disertai dengan iringan lantunan shalawat oleh sederetan santri.
Agenda pertemuan ini berlangsung khidmat sekitar satu jam lebih yang digelar di mushalla komplek dayah tersebut.
Untuk kesekian kalinya, dalam waktu dekat ini Kabupaten Pidie lewat Baitul Mal-nya akan kembali meringankan tangan memberikan bantuan kepada santri-santri yang berasal dari daerah (kabilah) Pidie yang saat ini sedang mengenyam pendidikan agama (meudagang) di dayah yang juga dikenal dengan dayah “Aneuk Yatim” itu.
Bupati Pidie, Tgk. Sarjani Abdullah yang juga mantan panglima eks kombatan GAM wilayah Pidie mengaku, dirinya sangat merasa terharu. Betapa tidak, Ummul Ayman yang merupakan sebuah dayah dengan sistem boarding school serta memadukan antara kurikulum dayah dengan kurikulum sekolah yang secara geografis berada di luar Kabupaten Pidie adalah salah satu dayah yang sangat didominasi oleh putra asal kabupaten kerupuk melinjo itu.
Untuk diketahui, hingga2015 ini, tercatat hampir seribu santriwan santriwati berstatus sebagai santri Ummul Ayman yang aku Sarjani semua mereka adalah putra-putri kebanggaannya.
Tgk. H. Nuruzzahri Yahya atau Waled Samalanga, selaku pimpinan dayah dalam sambutannya mengucapkan terimakasih untuk bupati Pidie dan segenap jajarannya yang telah menaruh peduli terhadap putra-putri daerahnya yang sedang “jak beut” di luar daerah. Kegiatan atau tindakan seperti ini menurutnya sangat bagus, patut diberikan apresiasi dan berhak mendapatkan nilai plus dari semua elemen. Menurut Waled, karena selain telah mempermudah santri dalam proses belajar (baca; meringankan beban orang tua), juga bisa menjadi teladan untuk pemerintah daerah di Aceh lainnya, jelas Waled seribu anak yatim itu.
Sementara itu, Tgk. Mahdir Muhammad, MA selaku koordinator santri kabilah Pidie saat ditanyai secara terpisah terkait ini menjelaskan, bantuan itu tentunya akan kita pergunakan sejitu mungkin untuk keperluan santri nantinya. Rencananya nanti dana ini juga akan dipergunakan untuk merehab satu unit bale (bale Baitul mal) yang juga berupa bantuan dari Baitul Mal Pidie beberapa tahun lalu. Selain itu, Menurutnya juga, pihaknya berkemungkinan juga akan menambah satu unit balai baru lainnya bila itu memang dibutuhkan, hal itu mengingat semakin banyaknya jumlah santri yang berasal dari daerah Pidie. Alasannya, dua unit balai yang sudah ada saat ini tidak bisa muat untuk menampung jumlah putra pidie yang kian bertambah, sehingga dapat menghambat aktivitas kabilah mereka yang berlangsung setiap malam jum’at.
“Hingga saat ini, sesuai data yang ada, jumlah santri asal Pidie hampir mencapai seribu jiwa, dan itu tidak termasuk santri yang (orang tuanya) menetap di luar daerah kabupaten Pidie”, ujar Tgk. Mahdir yang mengaku berasal dari Tiro Treuseb.
Turut hadir dalam acara itu kepala Baitul Mal Pidie, Drs. HM Adnan Saidan, ketua MPU Pidie Tgk. H. M. Nasir (Waled Lampoh Sawo) dan sejumlah rombongan lainnya. (MY)


