Warning: "continue" targeting switch is equivalent to "break". Did you mean to use "continue 2"? in /home/milikkit/ummulayman.or.id/wp-content/plugins/revslider/includes/operations.class.php on line 2858

Warning: "continue" targeting switch is equivalent to "break". Did you mean to use "continue 2"? in /home/milikkit/ummulayman.or.id/wp-content/plugins/revslider/includes/operations.class.php on line 2862

Warning: "continue" targeting switch is equivalent to "break". Did you mean to use "continue 2"? in /home/milikkit/ummulayman.or.id/wp-content/plugins/revslider/includes/output.class.php on line 3708

Warning: Creating default object from empty value in /home/milikkit/ummulayman.or.id/wp-content/themes/goodnews/framework/options/redux/ReduxCore/inc/class.redux_filesystem.php on line 29
IKABUA Kembali Adakan Reuni Akbar - YPI Ummul Ayman
Asset 3 (3)

YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM

UMMUL AYMAN

SAMALANGA-BIREUN-ACEH

Berita Terpopuler

DSC03588

STIS Ummul Ayman Resmi Menjadi IAI Ummul Ayman Pidie Jaya

JAG00013

Dayah Ummul Ayman Lepas 350 Santri dalam Haflah Takharruj

PENGUMUMAN KELULUSAN PENDAFTARAN SANTRI BARU GELOMBANG 2 TAHUN AJARAN 2026/2027

ebef727b-55a1-48ed-abb9-e82c8115edfd

Pengumuman Kelulusan Penerimaan Santri BaruDayah Ummul Ayman Tahun Ajaran 2026/2027

JAG00124

“Woe u Rumoh Asai” IKABUA Gelar Silaturrahmi Alumni Bersama Waled H. Nuruzzahri

IMG_6786

“Haflah Takharruj” Warnai Perpisahan Santri Ummul Ayman

IKABUA Kembali Adakan Reuni Akbar

Guna mengukuhkan silaturrahmi, Ikatan Keluarga Besar Alumni Ummul Ayman (IKABUA) kembali adakan reuni akbar antar alumni dayah salafiyah Ummul Ayman Samalanga, bertempat di komplek dayah setempat. (26/9)

 

Sejak terbentuknya pada 2013, Ikabua telah rutin menyelenggarakan reunian setiap tahunnya.

Ketua umum Ikabua, Tgk. Ridwan Calok menjelaskan, kegiatan ini digelar setiap tahun tepatnya setiap hari ketiga lebaran idul adha dengan dipimpin langsung oleh pimpinan Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Ummul Ayman, Tgk. H. Nuruzzahri Yahya, atau akrab dengan sapaan Waled. Reuni yang diartikan sebagai bentuk “Woe U Rumoh Asai” ini bertujuan untuk mengukuhkan ukhwah antar sesama alumni, selain juga berupa sebuah tradisi dunia dayah dimana sebagai anak rohani akan selalu menyempatkan waktu untuk bersilaturrahmi dengan Waled, juga segenap guru sekaligus menjenguk rumah asal (dayah) yang kini telah berusia seperempat abad itu.

 

 

Tgk. Muyassir Rusli, selaku ketua harian Ikabua, menyatakan, sebenarnya wadah Ikabua ini sudah lahir sejak tahun 2003 silam, namun baru optimal terorganisir kembali pada 2013 lalu.

“Saat itu sempat vakum beberapa tahun, baru pada 2013 berhasil kita dongkrak kembali” tulisnya via BBM malam tadi.

 

 

Pemimpin acara, Tgk. H. Nuruzzahri Yahya, pada pertemuan setahun sekali itu telah mengutarakan banyak hal menyangkut keutuhan dan fungsional wadah Ikabua. Menurutnya, Ikabua merupakan satu jembatan yang menjembatani siapa saja yang pernah bernaung di bawah payung Ummul Ayman sesuai syaratnya. Eksistensi Ikabua itu sendiri menjadi tolak ukur dimana ukhwah yang telah ada bisa tetap terjaga dengan baik.

 

Selain itu, Waled juga telah mensosialisasikan beberapa point penting lainnya yang harus diwaspadai selalu. Menurutnya, dewasa ini ada empat macam darurat yang begitu dikhawatirkan; darurat aqidah, darurat narkoba, darurat bola, dan darurat baca quran.

Apapun latar belakang sosial hari ini dan nanti, Waled berharap agar tetap saling adanya kompromi baik sesama alumni dalam internal Ikabua maupun dengan guru atau dayah sebagai batu loncat dalam beraqidah, muamalah, dan lainnya. Sesuai anjuran ayat Alquran yang mengharuskan berdiskusi atau bertanya jika kita tidak atau belum faham betul terhadap suatu perkara. Hal itu penting demi mengantisipasi banyaknya “maling teriak maling” yang fahamnya sama-sama menyimpang.

 

Demikian harap Waled Seribu Anak Yatim itu saat sedikit banyak mengupas pemahaman aqidah yang akhir-akhir ini meresahkan. Tak terkecuali soal mencuatnya faham keberadaan Allah di Arasy atau di langit. Untuk tafsiran kata istiwa disini lebih tepat diartikan dengan “istiwa bima yaliqu bih, atau Allah beristiwa sesuai dengan yang layak denganNya.

“Memakai kata bersemayam itu terbilang keliru, karena ada juga istilah; jenazah fulan disemayamkan di rumah duka. Bagaimana juga? Allah itu beristiwa sesuai dengan yang layak denganNya, titik, habis” ujar Waled dengan alasan atas dan bawah (arah) itu bukan bagian dari sifat Allah.

 

 

Terkait narkoba, Waled mengerucutkannya sebagai salah satu dari sekian banyak program oknum tertentu dalam merusak pola fikir generasi bangsa Indonesia dengan populasi muslim terbanyak di dunia, khususnya Aceh.

“Bek sagai tameurakan ngen awak piep narkoba, Waled hana ridha” tegas Waled.

 

 

Sebagai rasa tanggung jawab seorang pendidik, Waled telah banyak memberikan arahan lainnya berupa pesan moral untuk anak-anak didiknya, namun hemat redaktur hanya itu yang bisa disajikan lewat tulisan ini.

 

Di akhir bicaranya, waled juga berharap kepada para alumni agar tetap dan selalu mengukuhkan silaturrahmi, karena memang begitulah anjuran Rasulullah, SAW terhadap kita umatnya.

“Saya takkan pernah melepaskan kamu, dan kamu jangan pernah lepaskan saya, jangan sekali-kali kamu menjadi kuda-kuda orang”, imbuh Waled memasuki sesi tanya jawab sekitar 20 menit menjelang zuhur.

 

 

Reuni akbar ini berlangsung khidmad dari pukul 10:00 hingga pukul 15:00 wib. Seusai siang dilanjutkan sesi sharing dunia pendidikan di Yaman dan Mesir, dengan pemateri Tgk. Muzakkir, B.Sc dan Tgk. Asy-Syairazi A. Wahed Lc, setelah lebih dulu shalat zuhur dan menyicipi jamuan makan siang bersama.

 

 

Ketua Panitia Pelaksana, Tgk. Rahmat Aulia, didampingi Sekretaris Ikabua, Tgk. Khairil, menyatakan, kegiatan reuni yang mengusung tema “Membangkitkan Ukhwah Ikabua Melalui Penguatan Silaturrahmi” itu tercatat dihadiri oleh 107 orang, jumlah itu belum termasuk yang tidak terdaftar namanya.

“Hadirin semua kita perkirakan hampir mencapai dua ratus orang termasuk sekitar dua puluhan kaum perempuan, namun tidak sempat terdaftar semua, sebagian alumni ada yang harus pamit menjelang zuhur tadi, dan karena satu dan lain hal, kita mentolerirnya”, ujar Tgk. Rahmat seusai shalat ashar di mushalla komplek setempat. (MY)

Kisah Inspiratif

Berita Terkini

.