Warning: "continue" targeting switch is equivalent to "break". Did you mean to use "continue 2"? in /home/milikkit/ummulayman.or.id/wp-content/plugins/revslider/includes/operations.class.php on line 2858

Warning: "continue" targeting switch is equivalent to "break". Did you mean to use "continue 2"? in /home/milikkit/ummulayman.or.id/wp-content/plugins/revslider/includes/operations.class.php on line 2862

Warning: "continue" targeting switch is equivalent to "break". Did you mean to use "continue 2"? in /home/milikkit/ummulayman.or.id/wp-content/plugins/revslider/includes/output.class.php on line 3708

Warning: Creating default object from empty value in /home/milikkit/ummulayman.or.id/wp-content/themes/goodnews/framework/options/redux/ReduxCore/inc/class.redux_filesystem.php on line 29
Rindu Rumah, Antusiasi Santri Umaysa Menyambut Idul Adha - YPI Ummul Ayman
Asset 3 (3)

YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM

UMMUL AYMAN

SAMALANGA-BIREUN-ACEH

Berita Terpopuler

DSC03588

STIS Ummul Ayman Resmi Menjadi IAI Ummul Ayman Pidie Jaya

JAG00013

Dayah Ummul Ayman Lepas 350 Santri dalam Haflah Takharruj

PENGUMUMAN KELULUSAN PENDAFTARAN SANTRI BARU GELOMBANG 2 TAHUN AJARAN 2026/2027

ebef727b-55a1-48ed-abb9-e82c8115edfd

Pengumuman Kelulusan Penerimaan Santri BaruDayah Ummul Ayman Tahun Ajaran 2026/2027

JAG00124

“Woe u Rumoh Asai” IKABUA Gelar Silaturrahmi Alumni Bersama Waled H. Nuruzzahri

IMG_6786

“Haflah Takharruj” Warnai Perpisahan Santri Ummul Ayman

Rindu Rumah, Antusiasi Santri Umaysa Menyambut Idul Adha

Tidak terasa, lebaran idul Adha sudah di depan mata. Tinggal menghitung hari ummat muslim akan menyambut hari raya qurban yang di selenggarakan setiap tahunnya.

Idul Adha tahun 1444 Hijriyah jatuh pada tanggal 29 Juni 2023. Sehubungan dengan itu, santri Dayah Ummul Ayman Samalanga diliburkan beberapa hari sebelumnya, bertepatan pada tanggal 25 Juni hingga tanggal 4 Juli 2023.

Atas keberangkatan Waled Nuruzzahri, pimpinan Dayah Ummul Ayman Samalanga ke Makkah guna menunaikan rukun islam yang kelima, yaitu ibadah haji, tausyiah sebelum libur hari raya diisi oleh salah satu putranya, Tgk Abdul Malik.

Beliau menyampaikan tentang betapa pentingnya bagi seorang santri untuk menjaga adab. Tidak hanya adab kepada orang tua ataupun guru, juga adab kepada lingkungan dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat.

Adab pakaian, bagaimana seorang santri mengenakan pakaiannya harus terlihat sopan. Peci sebagai simbol seorang santri jangan pernah dilepaskan.

Juga adab berbicara. Berbicara dengan nada lembut dan bahasa yang sopan. Sebagaimana syair yang sering diajarkan oleh Waled Nuruzzahri kepada santrinya
“Wa la taqul billafdhi ‘kah’ wa lafdhi ‘key’.
Janganllah engkau berbicara dengan kata “kah” atau “key”, akan tetapi bertuturlah dengan yang sopan, seperti lon, ulon tuan, droe, raneuh, droeneuh.

Tgk Abdul Malik juga berpesan untuk selalu mengamalkan amalan-amalan ibadah yang selama ini dipraktekkan di dayah seperti shalat jama’ah dan wirid selepas shalat. Demikian pula dengan baca Alquran setiap habis magrib dan subuh.

Santri-santri sangat antusiasi menyambut idul Adha, karena mereka akan pulang ke kampung halamannya masing masing, merayakan lebaran bersama sanak keluarga. Sebagian besar dari santri bahkan sudah memasukkan pakaiannya ke dalam tas/koper sehari sebelumnya, ada juga yang tidak bisa tidur karena memilah baju-baju yang akan di bawa pulang keesokan harinya.

Perasaan rindu akan rumah yang membubung di hati mereka selama dalam masa menuntut ilmu, akan terbayarkan pada hari ini. Rasa rindu kepada orangtua yang telah lama disimpan akhirnya bisa terbalaskan dengan beberapa hari menetap di rumah.

Kisah Inspiratif

Berita Terkini

.