Warning: "continue" targeting switch is equivalent to "break". Did you mean to use "continue 2"? in /home/milikkit/ummulayman.or.id/wp-content/plugins/revslider/includes/operations.class.php on line 2858

Warning: "continue" targeting switch is equivalent to "break". Did you mean to use "continue 2"? in /home/milikkit/ummulayman.or.id/wp-content/plugins/revslider/includes/operations.class.php on line 2862

Warning: "continue" targeting switch is equivalent to "break". Did you mean to use "continue 2"? in /home/milikkit/ummulayman.or.id/wp-content/plugins/revslider/includes/output.class.php on line 3708

Warning: Creating default object from empty value in /home/milikkit/ummulayman.or.id/wp-content/themes/goodnews/framework/options/redux/ReduxCore/inc/class.redux_filesystem.php on line 29
Waled Nu Samalanga Peusijuek 12 Mahasantri yang Akan Melanjutkan Studi ke Mesir dan Yaman Tahun ini - YPI Ummul Ayman
Asset 3 (3)

YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM

UMMUL AYMAN

SAMALANGA-BIREUN-ACEH

Berita Terpopuler

IMG_4090

Pengumuman Kelulusan Santri Baru Tahun Ajaran 2025/2026

JAG00022

Haflah Khatham Al-Qur’an Bersama Ayahanda Waled

WhatsApp Image 2025-01-07 at 17.01.46

Pembangunan Jalan Hotmix di Dayah Ummul Ayman, Bukti Komitmen Bupati Mukhlis terhadap Pendidikan Islam

0001

MADING JANUARI 2025

IMG_2720

Penerimaan Santri Baru Dayah Ummul Ayman Tahun 2025/2026

0001

MADING DESEMBER 2024

Waled Nu Samalanga Peusijuek 12 Mahasantri yang Akan Melanjutkan Studi ke Mesir dan Yaman Tahun ini

Pimpinan Dayah Ummul Ayman Samalanga, Tgk H Nuruzzahri Yahya atau Waled Nu Samalanga melakukan peusijuek (menepungtawari) para mahasantri yang akan berangkat ke Mesir dan Yaman tahun ini. Prosesi peusijuek tersebut berlangsung ba’da isya Sabtu malam tadi di Mushalla Ar-Rahmah dayah yang terletak di Gampong Putoh Samalanga (Sabtu, 15 September 2018).

Sejak beberapa tahun terakhir, telah banyak santri Ummul Ayman yang melanjutkan ta’allum (belajar) di kedua negara Timur Tengah itu. Adapun perguruan yang dimaksud adalah Universitas Al-Azhar, Kairo, dan Universitas Al-Ahgaf, Mukalla.

Tahun ini, dayah yang memiliki slogan “Menyekolahkan Anak Santri, Bukan Menyantrikan Anak Sekolah” kembali melepas sebanyak 12 orang mahasantri untuk melanjutkan studi di kedua negara dimaksud. Masing-masing enam orang ke Mesir dan enam lainnya ke Yaman.

Waled sedang melakukan peusijuek terhadap 12 mahasantri yang akan berangkat ke Mesir dan Yaman tahun ini.

 

 

 

 

 

 

 

Berikut rilis nama dan alamat peserta:

Mesir
1. Tgk Ari Yunanda (Beureunuen-Pidie)
2. Tgk Chairul Fahmi (Panton Labu-Aceh Utara
3. Tgk Jawahir (Lhok Nibong-Aceh Timur)
4. Tgk Al Muqarram (Idi Rayeuk-Aceh Timur)
5. Tgk Sabilil Haq (Beureunuen-Pidie)
6. Tgk Maulizal Akmal (Beureunuen-Pidie)

Yaman
1. Tgk Rais Aulia (Kota Lhokseumawe)
2. Tgk Rizki Maulana (Beureunuen-Pidie)
3. Tgk Syauqas Rahmatillah (Kota Langsa)
4. Tgk Martinus (Beureunuen-Pidie)
5. Tgk Muhammad Harits (Bireuen)
6. Tgk Muhammad Hafizd Miswar Beureunuen-Pidie.

Sebelumnya, para mahasantri yang telah menyelesaikan program mengaji selama enam tahun dengan menamatkan kitab Fathul Mu’in ini mengikuti tes lewat Ikatan Alumni Timur Tengah (Ikat) Aceh di Banda Aceh pada awal 2018. Dan dinyatakan lulus (ke Mesir) pada Juli dan (ke Yaman) Agustus lalu. Hal itu seperti diakui salah seorang peserta yang akan ke Mesir, Tgk Al Muqarram Idi pagi tadi. Menurutnya pula, jadwal keberangkatan dipastikan akhir September ini, namun sejauh ini belum ada kepastian terkait hari dan tanggalnya.

Seribuan santri dan guru ikut menyaksikan acara peusijuek.

 

 

 

 

Waled Nu Samalanga dalam sambutan dan tausiahnya sebelum melakukan peusijuek, kepada anak-anak rohaninya itu berpesan agar setelah disana nantinya dapat mengikuti proses ta’allum dengan baik tanpa membuang-buang waktu dan kesempatan. Juga membawa pulang (pemahaman) sesuai dengan apa yang selama ini telah diajarkan di Ummul Ayman. Terutama terkait pendangkalan akidah yang perlu adanya ekstra kehati-hatian, mengingat dewasa ini telah banyak muncul pemahaman keliru yang dibawa oleh kelompok-kelompok tertentu dengan stetmen agama yang begitu meresahkan.

Waled memberikan tausiah sebelum memulai peusijuek, Sabtu malam tadi (15/9).

 

 

 

 

 

 

 

“Jangan sampai (yang kalian bawa pulang) nantinya bukan seperti punya kita semula”, ujar sang guru yang memiliki lakab Waled 1000 Anak Yatim itu.

Acara atau prosesi peusijuek yang disaksikan seribuan santri dan dewan guru setempat berlangsung penuh khidmat diiringi dengan bacaan shalawat bersama. (MY)

Kisah Inspiratif

Berita Terkini

.