Dayah Ummul Ayman II yang merupakan cabang dari Dayah Ummul Ayman Samalanga, beralamat di Meunasah Bie, Meurah Dua, Pidie Jaya mengalami kebakaran pada Jum’at 31 Agustus lalu.
Kebakaran terjadi sekira pukul 13:00 WIB saat santri sedang melaksanakan shalat jum’at di Masjid Simpang Empat Merdu yang jaraknya sekitar 300 meter dari lokasi dayah tersebut berada.
Pasca kejadian, sejumlah bantuan untuk masa panik berangsur datang pada jum’at sore hingga malamnya dari instansi pemerintah baik daerah maupun provinsi.
Sejak sabtu kemarin, bantuan juga datang dari berbagai komunitas dan lembaga sosial kemanusiaan.
Ikatan Keluarga Besar Alumni Dayah Ummul Ayman (Ikabua) Aceh turut berpartisipasi dalam memberikan bantuan untuk dayah milik Yayasan Ummul Ayman milik Tgk H Nuruzzahri Yahya itu.
Pada Sabtu malam kemarin, Ikabua menyerahkan sejumlah bantuan berupa pakaian layak pakai (PLP), bermacam kebutuhan dapur serta uang tunai yang diserahkan langsung oleh Ketua Umum Ikabua Tgk Ridwan Calok kepada Tgk Abdul Malik S. Sos selaku unsur pimpinan setempat.

Ketum Ikabua Tgk Ridwan Calok (kanan, baju putih) menyerahkan bantuan kepada unsur pimpinan Dayah Ummul Ayman II Pijay Tgk Abdul Malik Nuruzzahri S Sos (kiri) di dayah setempat pada Sabtu malam kemarin, 1 September 2018.
Bantuan yang dibawa dari Banda Aceh itu berasal dari penggalangan dana selama 24 jam dari alumni-alumni Dayah Ummul Ayman Samalanga.
Tak hanya dari kalangan alumni, bantuan juga berasal dari BPKH Aceh, Darut Tauhid Peduli, Aceh Plafon Javafon, kalangan mahasiswa di Banda Aceh, masyarakat Gampong Peunayong, dan sejumlah penyumbang lainnya.
Dalam kesempatan itu, Tgk Ridwan Calok menyempatkan diri duduk bercerita dengan santri-santri disana. Di bawah tenda darurat milik Dinas Sosial, beliau mengajak santri untuk sabar menghadapi musibah.
“Sebagai manusia yang berpendidikan agama, kita tentunya harus kuat dalam bersabar. Karena memang itulah yang selama ini diajarkan kepada kita”, ujar Tgk Ridwan.
Di hadapan puluhan santri itu Tgk Ridwan juga berpesan agar sebagai santri sewajarnya patuh pada aturan serta selalu menjunjung tinggi nilai-nilai agama terutama akhlak, tidak melawan guru apalagi orang tua. Dan juga selalu menjadi manusia yang mengingat jasa terhadap orang-orang yang pernah memberikan jasa, siapapun dan dimanapun kita setelah dewasa nanti.
Dalam pertemuan hampir satu jam itu, Tgk Ridwan sedikit banyak berkisah tentang dirinya saat masih menimba ilmu di Dayah Ummul Ayman Samalanga dua dekade silam. Tak terkecuali kenangan-kenangan berbau lelucon yang mengundang gejolak tawa para santri. (MY)



