Oleh : Arza Belli
Penutupan Ummul Ayman Fair ke-32 berlangsung meriah. Acara yang digelar mulai tanggal 19 Agustus 2022 / 21 muharram 1444 H (Malam Sabtu) berakhir pada tanggal 3 September 2022. Setelah bertahun berturut-turut Kabupaten Pidie meraih juara umum, pada tahun ini juara umum di raih oleh kabupaten Aceh Timur (Qabilah Bustanul Ulum) dengan jumlah 64 poin.
Acara dimulai dengan kata sambutan oleh ketua panitia, Tgk. Subhan. Beliau merupakan salah satu guru senior di dayah Ummul Ayman Samalanga. Di dalam sela-sela kata sambutan, Tgk. Subhan bercerita ;
Dahulu kala, ada seekor Babi yang sedang menggali-gali tanah. Babi tersebut merasa dirinya hebat karena bisa menggali-gali tanah dengan kakinya. Pada suatu hari, ketika Babi tersebut menggali tanah, tiba-tiba datanglah manusia dengan membawa sebuah cangkul. Babi itu heran, ada makluk yg lebih cepat menggali tanah daripada dirinya.
Lalu datanglah seekor Kancil, dia berkata bertanya kepada Babi, “Apakah kamu ingin mencoba adu kekuatan dengan manusia?”
“Tentu saja!” Tanpa rasa takut Babi menjawab.
“Baik, ayo kita cari manusia!” Ajak si Kancil. Babi pun menyetujui.
Keesokan harinya, dengan semangatnya Babi mengikuti Kancil mencari manusia. Disaat mereka sedang mencari-cari, lewatlah seorang kakek berjalan melewati mereka dengan tongkatnya.
“Itukah manusia?” Tanya Babi.
“Bukan, manusia mempunyai dua kaki, sedangkan itu tiga,” jelas si Kancil. Mereka pun berjalan lagi untuk mencari manusia.
Tidak jauh dari tempat itu, mereka melihat seorang anak kecil sedang bermain-main.
“Itukah manusia?” Babi bertanya kepada si Kancil.
“Bukan, manusia mempunyai tubuh yang lebih besar dari itu,” jelas si Kancil.
Mereka melanjutkan kembali perjalanan. Tiba-tiba mereka melihat seorang pemburu, di tangannya memegang senapan dan pedang digelantungkan di punggung. Dengan tidak sabaran Babi bertanya.
“Itukah manusia?”
“Iya, itu manusia.”
Belum genap kalimat si Kancil, Babi sudah menerjang ke arah si Pemburu. Melihat hal tersebut, Pemburu lansung menodongkan moncong senapannya ke arah Babi.
Dor! Telak kena di kaki Babi. Tanpa menyerah, Babi kembali menerjang ke arah Pemburu. Si pemburu lansung mengeluarkan pedang dari belakang punggungnya, lansung menghunus ke arah Babi. Dengan cekatan Babi menghidar, akan tetapi tebasan si Pemburu menggores punggung Babi. Dengan kesakitan, Babi berlari ke arah Kancil, mengajaknya untuk kabur.
“Tenyata manusia itu hebat sekali, mereka bisa mengeluarkan api dari tangannya dan dari penggung mereka bisa mengeluarkan tulang yang sangat tajam,” ngaku Babi. Tulang tajam yang di maksud adalah pedang milik si pemburu.
“Makanya, jangan pernah menganggap diri kita itu hebat, selalu ada yang lebih hebat dari kita,” nasehat si Kancil.
Tgk. Subhan berpesan kepada seluruh santri Ummul Ayman agar jangan pernah merasa takabbur, karena takabbur itu sifatnya syaithan. Ingat! Di atas langit itu masih ada langit, jangan pernah merasa diri kita itu hebat, karena ada yang lebih hebat daripada kita.
Kemudian acara dilanjutkan dengan pengumuman juara dari seluruh lomba yang di adakan dalam Ummul Ayman Fair ke-32. Oleh MC Riski Aceh dan Tgk. Bukhari. Dan acara terakhir, pembagian hadiah kepada para juara.


