Kairo – Santri-santri Dayah Ummul Ayman yang sedang menempuh studi S1 di Kairo, Mesir mengadakan pertemuan pada Jumat, (26/4) di rumah salah seorang senior sekaligus alumni MUDI MESRA Samalanga yang berlokasi di Darrasah, Kairo, Mesir. Pertemuan ini bertujuan untuk meresmikan Ikatan Keluarga Besar Ummul Ayman (IKABUA) di Mesir sekaligus mempererat tali persaudaraan antar anak-anak waled yang sedang belajar di negeri Kinanah ini.
Acara tersebut berlangsung dengan khidmat dan lancar di bawah arahan dua senior Aceh di Mesir, Tgk. Muhibbussabri Hamid dan Tgk. Muhammad Zulfa. Dalam pertemuan tersebut, IKABUA Mesir resmi dibentuk dengan mengangkat Tgk. Ariyunanda sebagai ketua, Tgk. Rizki Azmi sebagai wakil dan Tgk. Murthadhal Hadi sebagai sekretaris/bendahara.
Awalnya, sebagian anggota tidak setuju bila IKABUA Mesir distrukturkan dengan adanya ketua, wakil, dan sebagainya. Alasannya agar kekeluargaan ini tidak serupa dengan organisasi, lebih mudah berpendapat dan menjalin kerja sama serta sama-sama bertanggung jawab dalam mencapai hasil terbaik. Namun, setelah lama berbincang dan berpikir serta mendengar arahan dari pemimpin rapat, akhirnya semuanya setuju untuk memilih seorang penengah (pemimpin) dan wakil.
“Dengan adanya seorang ketua, kekeluargaan akan lebih terarah dan kalian akan lebih mudah dalam menjalankan program-program untuk membantu Waled dalam membangun dan menyadarkan Umat Islam.” Ujar Tgk. Muhibussabri. Beliau juga berpesan agar anak-anak Waled di Mesir tidak menyia-nyiakan keterampilan mereka dalam menguasai ilmu agama dan umum dengan terus berkarya dan bersungguh-sungguh dalam belajar serta berharap agar Dayah Ummul Ayman mengirim utusannya setiap tahun untuk belajar di bumi Kinanah.
Rapat terus berlanjut dengan mengutarakan program-program yang akan dijalankan bersama, seperti menerjemahkan buku, belajar dan berdiskusi bersama, mengadakan hafalan Quran bersama setiap bulan dan lain-lain yang semuanya bertujuan untuk membantu dan membanggakan Waled serta guru-guru dalam membangun kembali Umat Islam. (Maulizal Akmal Muhammad)


