Foto: Sejumlah santri Ummul Ayman sedang menggotong lemari untuk dipindahkan ke lantai dua mushalla dayah menjelang banjir pada dini hari, rabu 10 februari 2016.
*********************************************************
Samalanga-Setelah sekitar lima tahun lebih berselang, kini Dayah Salafiyah Ummul Ayman Samalanga kembali direndam banjir.
Kondisi sungai/krueng Batee Iliek yang meluap sekitar pukul 00:30 pada rabu kemarin mengakibatkan dayah yang berlokasi di desa Gampong Putoh, Kecamatan Samalanga itu ikut digenangi banjir. Beruntung, pihak dayah yang sudah lebih dahulu mewaspadai banjir sejak selasa sore, sekitar pukul 23:30 langsung melakukan evakuasi. Sejumlah santri berikut barang-barang mereka seperti lemari yang berada di kamar lantai dasar asrama langsung dievakuasikan ke titik aman sehingga tidak menimbulkan korban dan kerugian yang berarti pada para peserta didik. Hal itu seperti dinadakan oleh Tgk Faisal, salah seorang guru setempat.
“Santri dan barang mereka yang ada di lantai dasar sudah lebih dulu kita pindahkan sebelum air melebar ke dalam komplek”, ujarnya ketika dikomfirmasi langsung malam itu.
Ketinggian air di sejumlah titik dalam komplek dayah rata-rata mencapai satu meter. Luapan sungai yang bermuara tepat di belakang dayah baru mulai kembali surut menjelang subuh, demikian menurut informasi dari sejumlah unsur lainnya.
Sesuai pantauan, pasca banjir hingga sore kemarin, kondisi dayah masih memprihatinkan, luapan air menyisakan lumpur tebal. Dari sejumlah fasilitas yang ada hanya lantai mushalla yang sudah total dibersihkan, aktivitas shalat berjama’ah kembali normal sejak waktu ashar. Sementara itu, sejumlah fasilitas dayah lainnya seperti ruang perkantoran, ruang belajar, koperasi dan sejumlah kamar asrama masih belum maksimal.
Terkait angka kerugian, sekretaris dayah, Tgk Januddin mengatakan; “Kerugian tentu ada, tapi belum bisa kita pastikan, namun taksiran mencapai puluhan juta rupiah”. (MY)





